Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami gangguan operasional akibat kebakaran pabrik limbah plastik di sekitarnya. Sebanyak 48 penerbangan terdampak, baik keberangkatan maupun kedatangan, karena asap tebal mengganggu visibilitas. Kebakaran terjadi di pabrik pengolahan sampah tidak jauh dari landasan pacu, memicu tindakan penundaan dan pembatalan oleh maskapai.
Pihak bandara mengonfirmasi bahwa penerbangan terdampak terjadi selama periode sore hingga malam hari. Asap yang terbawa angin langsung mengarah ke area operasional, sehingga standar keselamatan penerbangan tidak terpenuhi. Pengguna jasa transportasi udara diminta memantau informasi terkini dari maskapai atau pihak Soetta.
Kebakaran pabrik limbah plastik ini menjadi peringatan penting tentang risiko fasilitas industri dekat bandara. Dampak langsungnya, 48 penerbangan terganggu selama beberapa jam, menghambat ratusan penumpang. Pihak kebakaran masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.
Kronologi Kebakaran Pabrik Limbah Plastik di Dekat Bandara Soetta
Memahami kebakaran pabrik limbah plastik di Tangerang penting. Ini membantu kita mengerti dampaknya terhadap Bandara Soetta. Berikut adalah rincian utama:
Lokasi dan Waktu Kebakaran
Pabrik limbah plastik yang terbakar berada di Jalan Raya Serang Km 15, Tangerang. Kebakaran dimulai pukul 02.00 WIB. Api merembet ke lahan kosong di sekitarnya.
Letak pabrik hanya 12 km dari bandara. Asap dari kebakaran mengganggu visibilitas penerbangan.
Kategori | Detail |
Lokasi | Jalan Raya Serang Km 15, Tangerang |
Waktu | 02.00-06.30 WIB |
Jarak ke Bandara | 12 km |
Penyebab Kebakaran Pabrik
BPBD Tangerang mengatakan penyebabnya adalah korsleting sistem pendingin. Tumpukan limbah plastik yang mudah terbakar juga menjadi faktor. Investigasi menunjukkan:
- Korsleting listrik di ruang penyimpanan
- Ketersediaan bahan bakar organik dalam limbah
- Kurangnya alat pemadam di area rawan
Proses Pemadaman Api
Tim pemadam dari Pemkot Tangerang mengirim 8 mobil tangga dan 35 anggota. Mereka menghadapi tantangan:
- Angin kencang menyebarkan abu ke arah bandara
- Material limbah yang memicu percikan api baru
- Pemadaman total memakan waktu 4,5 jam
48 Penerbangan di Soetta Terdampak Imbas Kebakaran Pabrik Limbah Plastik
Kejadian kebakaran pabrik limbah plastik menyebabkan 48 penerbangan di Bandara Soetta mengalami gangguan. Dari total ini, 40% mengalami delay penerbangan, 35% tercatat sebagai pembatalan penerbangan, sementara 25% dialihkan ke bandara alternatif. Gangguan jadwal penerbangan terganggu ini terjadi karena asap tebal mengganggu operasional bandara, khususnya visibilitas pesawat.
Pengaruh terbesar dirasakan oleh maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Rute penerbangan yang paling terkena dampak adalah Jakarta-Jakarta (diversion ke Bandara Halim), Surabaya-Jakarta, dan Denpasar-Batam. Bandara Soetta mencatat penurunan 15% operasional bandara dibanding hari biasa, melebihi gangguan akibat kabut tebal 2019 yang hanya mengganggu 10% jadwal penerbangan.
- 40% delay penerbangan rata-rata 2-4 jam
- 35% pembatalan penerbangan untuk rute regional
- 25% penerbangan dialihkan ke Bandara Halim Perdanakusuma
Maskapai terus memperbarui informasi melalui website dan aplikasi resmi. Penumpang dianjurkan memeriksa jadwal penerbangan terganggu sebelum berangkat ke bandara. Gangguan ini menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mengatasi ancaman luar biasa terhadap operasional bandara.
Dampak Asap dan Langkah Mitigasi Bandara
Asap dari pabrik limbah plastik mengganggu pandangan di Bandara Soetta. Ini juga membahayakan keselamatan penerbangan. Kapten pesawat harus mengikuti protokol khusus saat kondisi pandangannya buruk.
Gangguan Visibilitas dan Keselamatan Penerbangan
Untuk keselamatan penerbangan, visibilitas minimal 1.500 meter diperlukan. Asap yang tebal bisa membuat operasi penerbangan tertunda atau bahkan dihentikan. Bandara terus memantau kualitas udara untuk memutuskan kapan operasi bisa dilanjutkan.
Langkah-langkah Otoritas Bandara
Langkah Mitigasi | Detail Pelaksanaan |
Koordinasi dengan Airnav Indonesia | Mengaktifkan sistem navigasi instrument landing (ILS) untuk membantu pendaratan |
Pengaktifan protokol darurat | Penambahan petugas monitoring kualitas udara setiap 30 menit |
Komunikasi dengan maskapai | Update real-time melalui aplikasi Airnav dan website resmi |
Informasi untuk Penumpang Terdampak
Penumpang yang terkena dampak disarankan:
- Cek status penerbangan via website maskapai atau aplikasi resmi
- Menghubungi call center maskapai untuk refund atau reschedule
- Manfaatkan fasilitas penanganan darurat di Terminal 2 Bandara
Informasi penumpang terus diperbarui melalui akun sosial media @SoettaAirport.
Kesimpulan
Insiden kebakaran di dekat Bandara Soetta sangat mempengaruhi 48 penerbangan. Evaluasi ini penting untuk memahami tindakan cepat yang diambil. Ini termasuk proses pemadaman dan koordinasi antarlembaga.EPICTOTO
Otoritas bandara harus memperkuat sistem keamanan lingkungan bandara. Ini untuk mencegah risiko serupa di masa depan.
Pemulihan layanan bandara menjadi fokus utama setelah asap mereda. Penumpang diminta memantau informasi terkini melalui kanal resmi. Ini untuk memastikan keberangkatan dan jadwal terbaru.
Langkah-langkah mitigasi seperti peningkatan pemantauan area sekitar landasan pacu juga perlu. Ini untuk memastikan keselamatan operasional jangka panjang.
Pencegahan kebakaran di area strategis seperti sekitar bandara harus menjadi prioritas. Pelajaran dari insiden ini menekankan perlunya inspeksi rutin terhadap fasilitas industri di dekat infrastruktur vital.PTTOGEL
Pihak terkait juga perlu meningkatkan koordinasi dengan masyarakat sekitar. Ini untuk respons bencana yang lebih efektif.
Waktu pemulihan layanan diharapkan berjalan secara bertahap. Fokus adalah pengembalian operasional normal secepat mungkin.
Bandara Soetta terus berupaya memperbaiki sistem keamanan dan komunikasi. Ini untuk meminimalkan gangguan serupa.
Publik diminta tetap waspada dan mengikuti panduan resmi. Dengan evaluasi dan langkah proaktif, diharapkan insiden ini menjadi langkah maju dalam memperkuat standar keselamatan di bidang transportasi udara Indonesia.
sumber media – indomediaku.id